Beberapa aturan dalam meminum obat

24 July 2008


Saat menerima resep dokter atau menerima obat dari apoteker, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mendiskusikan obat tersebut dengan dokter atau apoteker. Mengapa? Sebagai konsumen atau pemakai, Anda berhak mengetahui efek negatif dan positif obat tersebut. Siapa tahu, obat tersebut tidak dapat dikonsumsi berbarengan jenis makanan atau minuman tertentu, atau dengan obat yang sebelumnya Anda gunakan.

Sebaiknya diketahui bahwa ada beberapa jenis makanan atau minuman tertentu dapat mengurangi khasiat obat, bahkan memicu reaksi toksin. Ini berarti, Anda harus menjaga waktu makan dan berpantang mengkonsumsi makanan dan minuman tersebut ketika mengonsumsi obat. Apalagi sekarang ini banyak obat yang mudah dibeli di pasaran tanpa resep dokter.

Jadi, penting untuk mengetahui jenis obat apa yang akan dikonsumsi dan pantangan apa yang harus dihindari. Jangan lupa juga membaca komposisi yang tertera pada kemasan.


Berikut adalah beberapa contoh kandungan obat yang dapat bereaksi negatif dengan makanan sekaligus fungsinya:

Antihistamin (Antialergi)
Pertama kali ditemukan pada tahun 1933. Banyak yang menyebutnya sebagai obat 'ajaib' karena berfungsi untuk menghilangkan berbagai gejala pilek, dan alergi atau gejala yang menyerupai alergi. Obat ini biasanya digunakan secara khusus sebagai penenang.
Saran: Obat ini berbahaya jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Hindari makanan atau minuman yang mengandung alkohol untuk mencegah mual.

Diuretik
Obat jenis ini biasanya membantu mengeluarkan air dari dalam tubuh, tetapi Anda dapat kehilangan kandungan mineral yang terdapat di dalam tubuh, seperti; kalium, kalsium dan magnesium.
Saran: Jika Anda sedang mengonsumsi obat jenis ini, disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung mineral dalam jumlah yang cukup.

Bronchodilator
Obat ini digunakan untuk mengurangi gejala asma bronkial.
Saran: Jangan meminum obat ini dengan minuman yang mengandung kafein, karena akan menimbulkan reaksi terhadap kerja syaraf berupa gelisah serta kurang tidur.

Laxative (obat pencahar)
Obat ini biasanya digunakan bagi mereka yang tidak biasa buang air besar setiap hari atau istilah populernya obat urus-urus. Penggunaan yang terlalu sering akan mempengaruhi berat badan tubuh dan dapat menimbulkan gangguan elekrolit di dalam tubuh.
Saran: Mengonsumsi obat ini menyebabkan nutrisi dan mineral dalam tubuh berkurang. Tapi, jangan cemas karena masih bisa diganti oleh makanan yang mengandung nutrisi dan mineral dalam jumlah cukup.

Tetracyclin
Tergolong salah satu antibiotik
Saran: Jangan minum susu maupun produk olahan susu dan suplemen kalsium saat mengonsumsi obat ini, karena akan mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap obat tersebut.

Perhatikan!!!

Jangan mencampur obat OTC (over the counter) yang dapat dibeli bebas dengan obat dari dokter. Jika tercampur akan terjadi peningkatan dosis bahan-bahan aktif, hingga dua kali lipat. Akibatnya, selain jantung akan bekerja lebih cepat, khasiat obat pun tidak akan maksimal.

Untuk mengetahui efek samping obat,tanyakan pada dokter atau apoteker tentang efek samping obat. Sebab, dengan mengenali gejala, akan lebih mudah dilakukan tindakan jika terjadi reaksi alergi.

So...jangan terlalu mudah untuk meminum obat...kalau terkena penyakit-penyakit yang ringan misalnya seperti sakit kepala,bersin-bersin, dan lain-lain dapat disembuhkan dengan istirahat yang cukup,makan teratur,dan vitamin terpenuhi. Kecuali kalau tidak sembuh-sembuh, temui dokter terdekat...hehehe.jangan yang jauh-jauh...ntar tambah sakit....hehehe

Moga bermanfaat.
(www.conectique.com)

Komentar :

ada 0 comments ke “Beberapa aturan dalam meminum obat”

Post a Comment

jangan lupa comment-nya ya.... Terima kasih...