Makanan berbahaya....

20 August 2008


Gak sesadis itu sih sebenernya...tapi tetap aja lama-lama bakal jadi hal yang membahayakan buat tubuh kita...Ada suka gorengan? Pasti suka kan? Makan pisang goreng atau tempe goreng pake cabe, dengan segelas teh hangat atau kopi, di sore hari atau ditengah hujan deras, bersama pasangan....ohh....pengen...tapi...apa jadinya kalo' gorengan itu digoreng dengan ditambah plastik? oh tidaaak...tapi ya ini yang terjadi...


Gorengan yang paling enak pasti gorengan yang crispy...yang renyah,tapi ya dengan cara yang terbaik. Kalo' dengan plastik?? Jadi ada pengalaman seorang teman yang melihat si penjual menggoreng pisang goreng dengan menambahkan sedotan plastik ke dalam minyak goreng panas (sedotan=yang biasanya kita gunakan untuk minum), sedotan dilelehkan/dicairkan ke dalam minyak goreng panas sebelum menggoreng, itulah sebabnya pisang goreng, ubi goreng, dll selalu tetap crispy/renyah selama beberapa jam. Tak hanya gorengan itu, bahkan ada pula yang menemukan seperti pecel lele, ayam goreng, bahakan bawang goreng...miris banget ya...

Sebenarnya apa sih yang terjadi kalo' plastik 'secara tidak langsung' itu masuk ke dalam tubuh kita? Sebelumnya kita harus tahu tentang plastik dulu....sebelumnya udah pernah gw kasih tentang plastik kok....coba baca disini...

Bahan kemasan plastik dibuat dan disusun melalui proses yang disebabkan polimerisasi dengan menggunakan bahan mentah monomer, yang tersusun sambung-menyambung menjadi satu dalam bentuk polimer. Kemasan plastik memiliki beberapa keunggulan yaitu sifatnya kuat tapi ringan, inert, tidak karatan dan bersifat termoplastis (heat seal) serta dapat diberi warna.

Kelemahan bahan ini adalah adanya zat-zat monomer dan molekul kecil lain yang

terkandung dalam plastik yang dapat melakukan migrasi ke dalam bahan makanan yang dikemas. Berbagai jenis bahan kemasan lemas seperti misalnya polietilen, polipropilen, nilon poliester dan film vinil dapat digunakan secara tunggal untuk membungkus makanan atau dalam bentuk lapisan dengan bahan lain yang direkatkan bersama. Kombinasi ini disebut laminasi.Sifat-sifat yang dihasilkan oleh kemasan laminasi dari dua atau lebih film dapat memiliki sifat yang unik. Contohnya kemasan yang terdiri dari lapisan kertas/polietilen/aluminium foil/polipropilen baik sekali untuk kemasan makanan kering. Lapisan luar yang terdiri dari kertas berfungsi untuk cetakan permukaan yang ekonomis dan murah. Polietilen berfungsi sebagai perekat antara aluminium foil dengan kertas. Sedangkan polietilen bagian dalam mampu memberikan kekuatan dan kemampuan untuk direkat atau ditutupi dengan panas. Dengan konsep laminasi, masing-masing lapisan saling menutupi kekurangannya menghasilkan lembar kemasan yang bermutu tinggi.

Polimer plastik dapat masuk dalam tubuh manusia karena bersifat tidak larut, sehingga bila terjadi akumulasi dalm tubuh akan menyebabkan kanker. Bila makanan dibungkus dengan plastik, monomer-monomer ini dapat bepindah kedalam makanan dan selanjutnya ke tubuh orang yang mengkonsumsinya. Bahan-bahan kimia yang telah masuk kedalam tubuh ini tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar baik melalui urine maupun feses. Penumpukan bahan-bahan kimia berbahaya dari plastik di dalam tubuh dapat memicu munculnya kanker.

Sebuah penelitian di Jepang mengindikasikan, polystyrene dapat menjadi penyebab kanker dan berpengaruh pada sistem saraf pusat. Sedangkan Poly Vinyl Chlorida dan Vinylidene Chloride Resin merupakan dioksin, yaitu senyawa kimia yang digolongkan sebagai penyebab utama kanker karena sifatnya yang sangat beracun. Masing-masing jenis plastik mempunyai tingkat bahaya yang berbeda tergantung dari material plastik dan bahan kimia penyusunnya. Perpindahan monomer-monomer plastik ke dalam makanan dipicu oleh beberapa hal, yaitu panas, asam dan lemak.

Jadi, sebaiknya sayur bersantan, susu dan buah-buahan yang mengandung asam organik tidak dibungkus plastik dalam keadaan panas, ataupun kalau terpaksa jangan digunakan terlalu lama. Penggunaan plastik boleh digunakan jika bahan yang dimasukkan dalam keadaan dingin. Namun demikian memang ada plastik khusus yang bertuliskan tahan lemak dan tahan dingin. Akan tetapi tetap saja Plastik jenis ini hanya boleh dipakai selama bahan yang dimasukkan tidak panas. Semakin tinggi suhu makanan yang dimasukkan ke dalam plastik, semakin cepat terjadi perpindahan ini. Apalagi bila makanan berbentuk cair seperti bakso, mie ayam, sup, sayuran berkuah dan sebagainya. Saat makanan panas ini dimasukkan ke dalam plastik, kita bisa lihat plastik menjadi lemas dan tipis. Inilah tanda terputusnya ikatan-ikatan monomer. Kalaupun terpaksa menggunakan plastik sebagai pembungkus, usahakan secepat mungkin makanan dapat dipindahkan ke wadah yang aman, karena semakin lama kontak makanan dengan plastik, semakin banyak bahan berbahaya yang pindah ke makanan.

Perpindahan monomer juga terjadi bila makanan atau minuman dalam wadah plastik terkena panas matahari secara langsung. Karena itu, usahakan menghindari air minum dalam kemasan yang terpapar matahari, atau permen yang telah lengket dengan pembungkusnya karena leleh oleh panas. Perhatikan juga untuk tidak menuang air minum atau sayuran panas ke dalam wadah plastik dan menggunakan alat-alat makan dari plastik saat makanan masih panas. Pilih makanan yang dikukus dengan dibungkus daun, bukan plastik seperti lemper, lontong kue lupis dan sejenisnya.

Yang relatif lebih aman digunakan untuk makanan adalah Polyethylene yang tampak bening, dan Polypropylen yang lebih lembut dan agak tebal. Poly Vinyl Chlorida (PVC) biasanya dipakai untuk pembungkus permen, pelapis kertas nasi dan bahan penutup karena amat tipis dan transparan. Sedangkan Vinylidene Chloride Resin dan Poly Vinyl Chlorida (PVC) bila digunakan mengemas bahan yang panas akan tercemar dioksin, suatu racun yang sangat berbahaya bagi manusia.Dioksin ini bersifat larut dalam lemak, maka terakumulasi dalam pangan yang relatif tinggi kadar lemaknya. Kandungan dioksin tersebar (97,5%) ke dalam produk pangan secara berurutan konsentrasinya yaitu daging, produk susu, susu, unggas, daging babi, daging ikan dan telur. Oleh karena itu penggunaan plastik ini sering digunakan sebagai pembungkus permen, pelapis kertas nasi dan bahan penutup karena amat tipis dan transparan.

Nah mungkin contoh diatas apabila makanan panas dimasukkan ke dalam plastik...sedangkan yang sangat miris terjadi sekarang adalah plastik yang dimasukkan ke dalam minyak panas,untuk menggoreng makanan, lalu kita makan......hasilnya???? yah...sama aja...mungkin bisa lebih berbahaya.ya gak sih?

Gak hanya itu...ada lagi nih..gw tadi pagi beli burjo...sambil makan, gw lihat si penjual sedang mengaduk-aduk panci tempat masak kacang hijau yang baru dimasak. Tiba-tiba gw lihat dia memasukkan sesuatu...kamu tahu itu apa? pewarna...ok, misalnya pewarna dimasukkan ke dalam bubur...tapi gak cuma pewarnanya aja. Plus tempatnya!!! dan tempatnya gw liat yang plastik. Setelah diaduk-aduk beberapa kali, botol plastik itu lalu dibuang. Kata si penjual itu supaya pewarna yang di dalam botol plastiknya bener-bener abis...ya ampun....kenapa harus gitu sih...itu kan sama aja plastiknya juga tercampur di burjo...ya gak sih?trus gw makan...OMG...

Mungkin karena gak ada undang-undang-nya kali ya... jadi orang-orang itu semena-mena...padahal kan itu sangadh-sangadh membahayakan orang lain...gw jadi bingung makanan apa yang harus gw makan...yang terbaik sih sebenarnya ya masak sendiri...tapi...belum ada niat ke dapur nih....hehehe

So...waspada dengan apa yang kamu makan, apa yang kamu minum, jangan asal untuk kesehatan!!! jangan lupa comment atau sapa-nya....



Komentar :

ada 3 comments ke “Makanan berbahaya....”
Anonymous said...
pada hari 

trus Qt makan apa dunk?
ada ide?

alan said...
pada hari 

bener banget itu mbak, badan kita bisa jadi sarang penyakit kalo kebanyakan makan makanan yang dicampur plastik..tapi sekali-sekali kan gak pa2..he..he, salam kenal ya

reekoheek said...
pada hari 

sepertinya setelah buka blog ini aku bisa nambah kurus. hihihi... jadi hilang nafsu makan...
tapi menyenangkan berkunjung di blog ini banyak info2 dari cewe cute yang satu ini yang juga smart sepertinya. salam kenal yaa :)

Post a Comment

jangan lupa comment-nya ya.... Terima kasih...